KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membuktikan dedikasinya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Pada Jumat, 13 April 2026, Unit Akses Kampus (UAK) Universitas Muhammadiyah Kendari secara resmi mengumumkan pencapaian akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Pencapaian ini menjadi milestone penting bagi institusi pendidikan yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kendari, Sulawesi Tenggara.
Akreditasi B yang diraih oleh Unit Akses Kampus menandakan bahwa institusi telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh BAN-PT dengan kategori “baik”. Hasil akreditasi ini menjadi hasil dari upaya berkelanjutan selama bertahun-tahun dalam meningkatkan berbagai aspek akademik, manajemen, dan fasilitas pendukung pembelajaran.
“Pencapaian ini adalah bukti nyata dari kerja keras seluruh tim Unit Akses Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari. Kami bangga dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan pendidikan tinggi di Kendari,” ujar Prof. Dr. H. Muhammad Irwan, M.Hum., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam keterangan resmi yang diterima redaksi pada Kamis (12/4/2026) sore.
### Proses Akreditasi yang Panjang dan Terukur
Perjalanan menuju akreditasi B bukanlah hal yang mudah dicapai. Unit Akses Kampus telah menjalani serangkaian proses evaluasi ketat yang melibatkan berbagai komponen. Proses akreditasi yang dimulai sejak kuartal ketiga tahun 2025 ini melibatkan self-evaluation yang mendalam, penyiapan dokumen kelengkapan, hingga kunjungan tim asesor BAN-PT pada bulan Februari 2026.
Direktur Unit Akses Kampus, Drs. Bambang Sutrisno, M.Pd., menjelaskan bahwa persiapan akreditasi melibatkan seluruh elemen institusi. “Kami melakukan evaluasi menyeluruh terhadap delapan standar yang menjadi fokus BAN-PT. Mulai dari standar visi, misi, tujuan, dan rencana pencapaian; standar tata pamong, tata kelola, dan kerjasama; standar dosen dan tenaga kependidikan; hingga standar sarana dan prasarana,” jelasnya dalam wawancara eksklusif dengan redaksi pada Senin (14/4/2026) pagi.
Proses persiapan akreditasi ini melibatkan tidak hanya pimpinan institusi, tetapi juga seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan bahkan melibatkan mahasiswa dalam berbagai aspek persiapan. Tim khusus dibentuk untuk memastikan bahwa setiap standar yang dievaluasi dapat terpenuhi dengan baik.
### Peningkatan Infrastruktur dan Fasilitas Akademik
Salah satu fokus utama dalam proses peningkatan mutu adalah perbaikan infrastruktur dan fasilitas akademik. Unit Akses Kampus telah melakukan investasi signifikan dalam modernisasi ruang kelas, laboratorium, dan perpustakaan digital. Investasi ini dilakukan untuk memastikan bahwa proses pembelajaran dapat berlangsung dengan optimal.
“Kami telah meng-upgrade sistem perpustakaan digital kami dengan koleksi e-book dan jurnal elektronik yang terintegrasi. Selain itu, semua ruang kelas dilengkapi dengan proyektor dan sistem audio visual terkini untuk mendukung pembelajaran interaktif,” ungkap Dr. Hendra Wijaya, M.Si., Kepala Bagian Sarana dan Prasarana Unit Akses Kampus.
Investasi pada infrastruktur teknologi informasi juga menjadi prioritas utama. Kampus telah membangun data center yang canggih dan meningkatkan bandwidth internet hingga 1 Gbps untuk mendukung pembelajaran daring dan sistem manajemen akademik yang terintegrasi.
Fasilitas lainnya yang turut ditingkatkan mencakup ruang belajar bersama (study lounge), fasilitas kesehatan, kantin yang tersertifikasi halal, dan fasilitas olahraga. Semua upaya ini dimaksudkan untuk menciptakan lingkungan kampus yang kondusif bagi proses pembelajaran yang berkualitas.
### Kompetensi Dosen dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aspek penting lainnya dalam peningkatan mutu adalah kompetensi dosen dan tenaga kependidikan. Unit Akses Kampus telah mengembangkan program-program pengembangan berkelanjutan bagi seluruh dosen dan staf administratif.
Dr. Sri Hartati, M.Pd., Kepala Bagian Akademik dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, menjelaskan bahwa institusi telah menjalankan program sertifikasi dosen, program pelatihan metodologi mengajar, dan program pengembangan penelitian. “Hingga saat ini, 85% dosen Unit Akses Kampus telah memiliki sertifikat akademik minimal S2, dan 15% di antaranya telah menempuh studi S3. Kami juga mendorong setiap dosen untuk aktif dalam kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat,” jelasnya.
Program mentoring dosen juga menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu. Dosen-dosen senior diberdayakan untuk membimbing dosen-dosen junior dalam pengembangan karir akademik mereka. Selain itu, Unit Akses Kampus juga memberikan kesempatan kepada dosen untuk mengikuti seminar internasional dan pelatihan pengembangan kurikulum.
### Kurikulum yang Relevan dan Terukur
Kurikulum yang diterapkan di Unit Akses Kampus dirancang berdasarkan analisis mendalam terhadap kebutuhan industri dan stakeholder eksternal. Setiap program studi secara berkala melakukan evaluasi kurikulum untuk memastikan relevansinya dengan perkembangan zaman dan kebutuhan pasar kerja.
“Kami melibatkan praktisi industri dalam pengembangan dan evaluasi kurikulum. Ini memastikan bahwa lulusan kami memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” kata Prof. Dr. Basuki Wibowo, M.A., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unit Akses Kampus.
Kurikulum berbasis kompetensi yang diterapkan di Unit Akses Kampus mencakup kompetensi akademik, keterampilan profesional, dan soft skills yang sangat diperlukan di era digital ini. Pembelajaran juga mengintegrasikan nilai-nilai Muhammadiyah dan semangat keislaman yang menjadi fondasi institusi.
### Sistem Jaminan Mutu Internal yang Terstruktur
Pencapaian akreditasi B juga didukung oleh implementasi sistem jaminan mutu internal yang terstruktur dan terukur. Unit Akses Kampus telah membentuk tim quality assurance yang bertugas melakukan monitoring dan evaluasi berkelanjutan terhadap semua aspek kegiatan akademik dan non-akademik.
“Kami menggunakan pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA) dalam sistem jaminan mutu kami. Setiap tahun kami melakukan evaluasi mendalam, mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki, dan membuat rencana aksi perbaikan yang terukur,” ujar Ir. Adi Nugroho, M.Eng., Koordinator Sistem Jaminan Mutu Internal Unit Akses Kampus.
Sistem jaminan mutu ini meliputi evaluasi pembelajaran, evaluasi dosen, evaluasi kepuasan mahasiswa dan alumni, serta evaluasi eksternal melalui feedback dari industri dan stakeholder lainnya.
### Dampak Akreditasi B bagi Mahasiswa dan Alumni
Hasil akreditasi B ini membawa dampak positif yang signifikan bagi mahasiswa dan alumni Unit Akses Kampus. Secara langsung, akreditasi ini meningkatkan kredibilitas institusi di mata publik dan stakeholder pendidikan.
“Akreditasi B memberikan jaminan kepada calon mahasiswa dan orang tua bahwa Unit Akses Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari adalah institusi pendidikan berkualitas yang terpercaya. Ini juga akan membuka peluang kerjasama lebih luas dengan berbagai institusi pendidikan lain,” ungkap Hendra Wijaya.
Bagi alumni, akreditasi ini meningkatkan nilai tambah gelar sarjana yang mereka miliki. Kredibilitas institusi yang meningkat akan memberikan keuntungan kompetitif saat mereka mencari pekerjaan atau melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
### Komitmen Terus Meningkatkan Mutu
Meski telah meraih akreditasi B, pimpinan Unit Akses Kampus menekankan bahwa pencapaian ini bukan akhir dari perjalanan peningkatan mutu, melainkan awal dari komitmen yang lebih besar lagi.
“Kami tidak akan berhenti di sini. Target kami ke depan adalah terus meningkatkan kualitas hingga dapat mencapai akreditasi A dalam lima tahun ke depan. Untuk itu, kami akan terus melakukan perbaikan dan inovasi dalam berbagai aspek,” kata Prof. Dr. H. Muhammad Irwan dengan penuh determinasi.
Rencana ke depan Unit Akses Kampus mencakup peningkatan penelitian dan publikasi ilmiah, memperkuat kerjasama internasional, mengembangkan program-program studi baru yang relevan dengan kebutuhan zaman, serta meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat.
### Penutup
Pencapaian akreditasi B oleh Unit Akses Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari merupakan bukti komitmen solid institusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Melalui kerja keras seluruh civitas akademika, dukungan infrastruktur yang memadai, dan sistem jaminan mutu yang terstruktur, Unit Akses Kampus berhasil memenuhi standar nasional yang ditetapkan oleh BAN-PT.
Pencapaian ini diharapkan dapat menginspirasi seluruh unit pendidikan di Universitas Muhammadiyah Kendari untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Dengan terus mengembangkan kompetensi sumber daya manusia, meningkatkan infrastruktur, dan memperkuat sistem jaminan mutu, Unit Akses Kampus optimis dapat terus berkontribusi dalam menghasilkan lulusan berkualitas yang siap menjadi pemimpin dan problem solver di masyarakat.
Perjalanan menuju akreditasi A sudah dimulai, dan dengan semangat yang sama, Unit Akses Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari yakin dapat mencapai target tersebut dalam waktu yang telah ditetapkan.
—
Redaksi dapat dihubungi melalui: Biro Humas dan Publikasi Unit Akses Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari, Jalan Ahmad Yani, Kendari, Sulawesi Tenggara, atau melalui email: [email protected]