Kendari – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan berbagai organisasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari Unit Akses Kampus menggelar peluncuran program strategis bertajuk “Mahasiswa Bergerak” pada Jumat, 19 April 2026. Inisiatif ini dirancang untuk meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam pemberdayaan komunitas lokal sekaligus memperkuat nilai-nilai kepemimpinan dan tanggung jawab sosial di kalangan akademisi kampus.
Acara peluncuran berlangsung di Aula Serba Guna Unit Akses Kampus yang berlokasi di pusat kota Kendari dan dihadiri oleh ratusan mahasiswa, perwakilan organisasi kemahasiswaan, dosen pembimbing, serta pejabat universitas. Program komprehensif ini mencakup lima pilar utama meliputi pendidikan, kesehatan, lingkungan, ekonomi digital, dan pemberdayaan UMKM lokal.
“Program ‘Mahasiswa Bergerak’ adalah wujud komitmen kami untuk mengintegrasikan tri dharma perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata masyarakat Kendari,” ujar Ketua BEM Universitas Muhammadiyah Kendari, Reza Pratama Wijaya, 22, mahasiswa Jurusan Manajemen semester enam, dalam sesi pembukaan acara. Reza menambahkan bahwa inisiatif ini akan melibatkan seluruh lini organisasi mahasiswa, mulai dari himpunan jurusan hingga unit kegiatan mahasiswa.
LATAR BELAKANG PROGRAM
Sebelum peluncuran resmi, tim kurator program telah melakukan riset mendalam selama tiga bulan terakhir. Mereka menganalisis kebutuhan spesifik komunitas di lima kelurahan sekitar kampus, termasuk Kelurahan Kendari Barat, Kelurahan Abeli, Kelurahan Baruga, Kelurahan Poasia, dan Kelurahan Mandonga. Dari kajian tersebut, teridentifikasi bahwa terdapat gap signifikan dalam akses pendidikan digital, literasi kesehatan, serta pelatihan keterampilan ekonomi digital untuk kelompok UMKM.
“Kami menemukan bahwa banyak pedagang lokal, khususnya ibu-ibu rumah tangga yang membuka usaha sampingan, belum memaksimalkan platform digital untuk memperluas pasar mereka,” ungkap Amelia Sari Hapsari, Koordinator Divisi Pemberdayaan Ekonomi BEM, dalam wawancara terpisah. “Mahasiswa kami memiliki keahlian teknologi yang sangat dibutuhkan oleh komunitas ini.”
Program “Mahasiswa Bergerak” akan berjalan sepanjang tahun akademik 2026/2027 dengan target menjangkau minimal 5.000 individu dari berbagai kelompok usia dan latar belakang sosial ekonomi. Setiap pilar program telah dirancang dengan detail operasional yang jelas, timeline pelaksanaan, serta mekanisme evaluasi berkala.
KELIMA PILAR PROGRAM UNGGULAN
Pilar pertama adalah Program Pendidikan Inklusif yang menyelenggarakan bimbingan belajar gratis untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini akan memanfaatkan fasilitas kampus setiap hari Sabtu dan Minggu dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi sebagai tutor sukarela. Target utama adalah menjangkau 200 siswa tingkat SD hingga SMA dalam kuartal pertama.
Pilar kedua adalah Edukasi Kesehatan Masyarakat, yang mencakup serangkaian kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis, penyuluhan gaya hidup sehat, serta sosialisasi pentingnya vaksinasi lengkap. Kerjasama dengan mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan akan menjadi tulang punggung pilar ini.
Pilar ketiga adalah Program Keberlanjutan Lingkungan yang fokus pada edukasi pengurangan sampah plastik, pemupukan literasi lingkungan, serta penanaman pohon di area-area tertentu di Kota Kendari. Departemen Lingkungan BEM menginisiasi gerakan “Kendari Hijau” sebagai brand activism yang berharap menjadi gerakan grassroots yang sustainable.
Pilar keempat adalah Literasi Digital dan Ekonomi Online, yang menargetkan pemilik UMKM dan masyarakat umum untuk meningkatkan keahlian mereka dalam memanfaatkan platform e-commerce, media sosial untuk bisnis, dan pembayaran digital. Workshop intensif akan diselenggarakan setiap dua minggu dengan materi yang disesuaikan dengan tingkat kebutuhan peserta.
Pilar kelima adalah Program Pemberdayaan Keterampilan, yang menyediakan pelatihan keahlian praktis seperti menjahit, memasak, fotografi produk, dan pengelolaan keuangan pribadi. Program ini dirancang untuk membuka peluang entrepreneurship bagi masyarakat yang ingin memulai usaha sendiri.
RESPONS POSITIF DARI PEJABAT KAMPUS
Dr. Ir. Asrul, M.Sc., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, memberikan sambutan yang sangat mendukung pada acara peluncuran. “Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk menjadi universitas yang tidak hanya excellent dalam aspek akademik, tetapi juga relevan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat lokal,” kata Rektor Asrul dalam sambutan resminya.
Lebih lanjut, Rektor menjelaskan bahwa program “Mahasiswa Bergerak” selaras dengan visi universitas untuk mengembangkan sumber daya manusia yang bermakna dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah. “Mahasiswa adalah aset penting bangsa. Ketika mereka diarahkan dengan baik untuk berkolaborasi dengan masyarakat, hasilnya akan luar biasa transformatif,” tambahnya.
Kepala Unit Akses Kampus, Dr. Wayan Nurjaya, M.Pd., juga mengapresiasi inisiatif BEM. “Kami sangat senang melihat organisasi mahasiswa ambil peran aktif dalam pengembangan komunitas. Universitas akan memberikan dukungan penuh, baik dari sisi infrastruktur maupun pengawasan akademik untuk memastikan kualitas program tetap terjaga,” ujar Dr. Wayan dalam kesempatan yang sama.
MEKANISME PELAKSANAAN DAN DUKUNGAN INFRASTRUKTUR
Dalam presentasi teknis, Sekretaris BEM, Fajar Muhammad Irfan, 21, mahasiswa Jurusan Akuntansi, menjabarkan mekanisme operasional program secara detail. Setiap divisi BEM akan bekerja sama dengan himpunan jurusan yang relevan untuk mengeksekusi program sesuai keahlian spesialisasi mereka.
“Kami telah menyiapkan sistem dokumentasi dan monitoring yang ketat. Setiap kegiatan akan didokumentasikan, dievaluasi dampaknya, dan dilaporkan secara berkala kepada kepimpinan universitas,” jelas Fajar sambil menampilkan dashboard monitoring program.
Universitas telah mengalokasikan berbagai dukungan untuk program ini. Dari sisi infrastruktur, Unit Akses Kampus akan membuka akses gratis terhadap fasilitas kampus termasuk ruang kelas, laboratorium komputer, ruang kesehatan, dan fasilitas kebersihan untuk mendukung pelaksanaan program. Selain itu, pihak kampus juga menyiapkan dana insentif minimal untuk operasional kegiatan.
Narahubung program dari Kantor Kemahasiswaan, Ibu Sri Jayanti, S.Psi., M.Psi., menambahkan bahwa setiap mahasiswa peserta program akan mendapatkan sertifikat partisipasi yang dapat dicatat dalam transkrip akademik mereka. “Kami ingin memberikan recognition yang tepat bagi mahasiswa yang secara sukarela berkontribusi. Ini juga menjadi nilai tambah dalam CV mereka ketika melamar pekerjaan di masa depan,” ungkapnya.
PARTISIPASI ORGANISASI KEMAHASISWAAN
Peluncuran program ini juga menandai tingginya sinergi antar organisasi mahasiswa. Berbagai unit kegiatan mahasiswa seperti Universitas Muhammadiyah Kendari Entrepreneur Club (UMKEC), Unit Kegiatan Mahasiswa Lingkungan (UKML), Himpunan Mahasiswa Program Studi Kesehatan, serta berbagai organisasi lainnya telah mendeklarasikan komitmen partisipasi mereka.
Ketua UMKEC, Putri Handayani, 23, mahasiswa Jurusan Manajemen, menekankan pentingnya kolaborasi lintas organisasi. “Dengan bekerja bersama, kita bukan hanya memperluas jangkauan program, tetapi juga memperkuat budaya kolaboratif di lingkungan kampus. Mahasiswa akan belajar bahwa bersama adalah lebih kuat,” katanya dengan antusias.
Sementara itu, Koordinator UKML, Dani Saputro, 22, mahasiswa Jurusan Pendidikan Lingkungan, berbagi optimisme tentang pilar keberlanjutan lingkungan. “Kendari memiliki tantangan lingkungan yang serius, terutama masalah sampah plastik di pantai. Kami percaya bahwa mahasiswa bisa memainkan peran sebagai agen perubahan melalui edukasi dan aksi nyata,” ujarnya.
DAMPAK YANG DIHARAPKAN
Analisis dampak jangka pendek dan jangka panjang telah disusun oleh tim peneliti dari Pusat Pengembangan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Kendari. Pada jangka pendek (6 bulan pertama), program ditargetkan akan meningkatkan kesadaran komunitas tentang pentingnya pendidikan digital dan literasi kesehatan. Secara kuantitatif, program diharapkan menjangkau minimal 1.500 individu dengan tingkat kepuasan peserta mencapai 85 persen.
Pada jangka menengah (1 tahun), program diharapkan menghasilkan data dampak nyata seperti peningkatan nilai akademis anak-anak dari keluarga peserta, peningkatan jumlah UMKM yang beroperasi secara digital, serta peningkatan area hijau di Kota Kendari. Target spesifik adalah minimal 50 UMKM terintegrasi dalam platform e-commerce dan 500 pohon ditanam di area strategis.
Pada jangka panjang (2-3 tahun), program diharapkan menciptakan kultur pengabdian masyarakat yang berkelanjutan di kalangan mahasiswa. Selain itu, beberapa alumni peserta program diharapkan menjadi wirausahawan mandiri atau tenaga profesional yang tetap terlibat dalam kegiatan sosial.
TANTANGAN DAN STRATEGI MITIGASI
Meskipun antusiasme tinggi, tim program juga memahami berbagai tantangan yang mungkin dihadapi. Kepala Divisi Keberlanjutan Program, Hendra Kusuma, 23, mahasiswa Jurusan Administrasi Publik, mengakui tantangan utama adalah konsistensi partisipasi mahasiswa mengingat kesibukan akademik mereka.
“Kami telah merancang sistem rotasi peserta dan reward system untuk memastikan komitmen jangka panjang. Selain itu, kami akan melakukan recruitment mahasiswa secara berkelanjutan agar program tetap vital meskipun ada alumni yang lulus,” jelas Hendra.
Tantangan lain adalah keberlanjutan finansial program pasca periode awal. Untuk itu, tim sedang mengeksplorasi peluang kerjasama dengan berbagai stakeholder lokal, CSR perusahaan, dan potensi pendanaan dari program-program pemerintah yang sejalan.
PENUTUP
Peluncuran program “Mahasiswa Bergerak” pada 19 April 2026 menandai babak baru dalam peran organisasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari. Lebih dari sekedar aktivitas ekstrakurikuler, program ini mencerminkan kesadaran mahasiswa bahwa pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab sosial yang substansial terhadap komunitas.
Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas, sinergi kuat antar organisasi mahasiswa, serta semangat mahasiswa untuk memberikan kontribusi bermakna, program ini berpotensi menjadi model pengabdian masyarakat yang relevan dan impactful. Masyarakat Kendari, khususnya kelompok yang paling membutuhkan, memiliki harapan tinggi bahwa kehadiran mahasiswa akan membawa perubahan positif.
Ke depannya, diharapkan program ini tidak hanya menjadi inisiatif lokal Universitas Muhammadiyah Kendari, tetapi menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain untuk mengaktifkan mahasiswa mereka dalam gerakan pemberdayaan komunitas. Dalam konteks broader, ini adalah investasi nyata untuk masa depan Kota Kendari yang lebih sejahtera, terdidik, dan berkelanjutan.
(Wartawan: Tim Humas Universitas Muhammadiyah Kendari; Editor: Departemen Komunikasi Kampus)
—
Catatan Redaksi: Artikel ini diterbitkan sesuai dengan nilai-nilai jurnalisme kampus yang mengutamakan akurasi, keseimbangan, dan relevansi bagi komunitas akademis Universitas Muhammadiyah Kendari.