KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya melalui Unit Akses Kampus, kembali menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan riset inovatif yang berkelanjutan. Pada April 2026 ini, sebuah kolaborasi penelitian antara dosen dan mahasiswa dari berbagai program studi telah menghasilkan terobosan signifikan dalam bidang energi terbarukan yang diproyeksikan mampu mengurangi konsumsi listrik hingga 40 persen di institusi pendidikan.
Penelitian yang diberi nama “ProEco Energy Initiative” (Inisiatif Energi Ramah Lingkungan) ini menggabungkan keahlian dari Fakultas Teknik, Fakultas Sains dan Teknologi, serta program studi Manajemen Lingkungan. Proyek yang dimulai sejak Januari 2025 ini telah memasuki fase implementasi pilot di tiga lokasi strategis di kampus Universitas Muhammadiyah Kendari.
“Penelitian ini lahir dari kebutuhan nyata untuk mengoptimalkan penggunaan energi di lingkungan kampus, sambil memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar,” ungkap Dr. Ir. Ahmad Ridho Hamzah, S.T., M.T., Ketua Unit Akses Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam wawancara eksklusif dengan media kampus pada Rabu, 2 April 2026.
Latar Belakang Penelitian: Respons terhadap Tantangan Energi
Universitas Muhammadiyah Kendari, sebagai institusi pendidikan dengan lebih dari 12.000 mahasiswa aktif, menghadapi tantangan signifikan dalam pengelolaan konsumsi energi listrik. Data internal kampus menunjukkan bahwa biaya operasional untuk kebutuhan listrik mencapai miliaran rupiah setiap tahunnya, sementara kesadaran akan dampak lingkungan dari penggunaan energi fosil terus meningkat.
Situasi ini menjadi pemicu yang mendorong sejumlah dosen dan mahasiswa untuk melakukan riset mendalam tentang solusi energi terbarukan yang dapat diterapkan secara praktis di lingkungan pendidikan. Ide awal muncul dari kelompok mahasiswa semester enam Program Studi Teknik Elektro yang dipimpin oleh Dani Pratama Wijaya, dalam mata kuliah “Praktikum Teknologi Energi Terbarukan” yang diampu oleh Dr. Bambang Suryanto, S.T., M.Sc.
“Pada waktu itu, kami diminta untuk mengidentifikasi masalah energi di kampus dan mencari solusi inovatif. Setelah melakukan survei ke berbagai gedung dan fasilitas kampus, kami menemukan bahwa banyak area yang memiliki potensi tinggi untuk pemanfaatan energi surya dan angin,” jelas Dani Pratama, 22 tahun, yang sekarang tergabung dalam tim penelitian sebagai asisten peneliti.
Konsep awal ini kemudian dikembangkan lebih lanjut dengan melibatkan dosen-dosen berpengalaman dari berbagai bidang ilmu. Tim peneliti akhirnya terdiri dari sepuluh orang dosen dan dua puluh mahasiswa dari berbagai tingkat akademik, menciptakan ekosistem penelitian yang kolaboratif dan multidisiplin.
Metodologi dan Teknologi yang Dikembangkan
ProEco Energy Initiative menggunakan pendekatan sistem terintegrasi yang menggabungkan tiga teknologi utama: panel surya fotovoltaik generasi terbaru, turbin angin skala kecil, dan sistem penyimpanan energi berbasis baterai lithium-ion berkapasitas tinggi.
“Kami tidak hanya fokus pada implementasi teknologi semata, melainkan juga pada aspek keberlanjutan ekonomi dan sosial. Oleh karena itu, penelitian ini juga melibatkan analisis mendalam tentang efektivitas biaya, dampak lingkungan, dan pelatihan sumber daya manusia,” jelaskan Dr. Siti Nurhaliza Kartini, S.Si., M.Si., Koordinator Penelitian dari Fakultas Sains dan Teknologi.
Fase pertama penelitian melibatkan survey komprehensif terhadap kondisi geografis dan meteorologi Kendari. Data yang dikumpulkan selama enam bulan menunjukkan bahwa wilayah Kendari memiliki potensi sinar matahari rata-rata 5,2 kilowatt per meter persegi setiap harinya, sementara kecepatan angin rata-rata mencapai 4,8 meter per detik—cukup menguntungkan untuk pemanfaatan energi terbarukan.
Berdasarkan data ini, tim peneliti merancang sistem instalasi yang disesuaikan dengan kondisi lokal. Panel surya dipasang di atap gedung rektorat, gedung perpustakaan, dan fasilitas olahraga dengan total kapasitas 150 kilowatt peak (kWp). Sementara itu, tiga unit turbin angin skala kecil dengan kapasitas masing-masing 10 kilowatt dipasang di area terbuka kampus yang memiliki aksesibilitas angin optimal.
“Pemilihan lokasi instalasi dilakukan dengan sangat hati-hati menggunakan teknologi drone dan software modeling 3D. Kami ingin memastikan setiap perangkat ditempatkan di posisi yang paling produktif sambil mempertimbangkan aspek keamanan dan estetika kampus,” ujar Ir. Hendra Saputra, S.T., M.T., peneliti utama dari Fakultas Teknik.
Sistem penyimpanan energi yang dikembangkan menggunakan teknologi baterai lithium-ion dengan kapasitas 500 kilowatt-hour, memungkinkan energi yang dihasilkan dapat disimpan dan digunakan pada saat beban puncak atau kondisi cuaca kurang mendukung. Sistem ini dilengkapi dengan artificial intelligence untuk optimalisasi distribusi energi secara real-time.
Hasil dan Dampak Penelitian
Fase implementasi pilot yang dimulai pada Januari 2026 telah menghasilkan data yang sangat menjanjikan. Dalam tiga bulan pertama operasional, sistem ProEco Energy Initiative berhasil menghasilkan rata-rata 18.500 kilowatt-hour per bulan, mengurangi kebutuhan pasokan dari PLN sebesar 32 persen pada lokasi pilot.
“Angka ini melebihi proyeksi awal kami sebesar 15-20 persen. Hal ini menunjukkan bahwa desain sistem kami sangat efisien dan sesuai dengan kondisi geografis setempat,” ungkap Dr. Ahmad Ridho Hamzah dengan penuh optimisme.
Selain aspek teknis, penelitian ini juga menghasilkan publikasi ilmiah yang bereputasi. Tim peneliti telah menerbitkan tiga artikel di jurnal internasional terindeks Scopus, termasuk di Journal of Renewable Energy dan International Review of Environmental Sustainability. Dua artikel tambahan sedang dalam proses review di konferensi internasional terkemuka.
Dampak ekonomi juga tidak dapat diabaikan. Dengan sistem yang sepenuhnya beroperasional di seluruh kampus, proyeksi penghematan biaya listrik mencapai 2,8 miliar rupiah per tahun—dana yang dapat dialokasikan untuk pengembangan fasilitas akademik lainnya.
“Kami tidak hanya berbicara tentang penelitian yang bagus di atas kertas, tetapi riset yang menghasilkan manfaat konkret dan terukur bagi institusi dan masyarakat luas,” tegas Dr. Muhammad Amin Syarifuddin, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam keterangan tertulisnya.
Dampak Pedagogis dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aspek lain yang tidak kalah penting dari ProEco Energy Initiative adalah kontribusinya terhadap pengembangan kompetensi mahasiswa. Melibatkan dua puluh mahasiswa dalam penelitian ini memberikan pengalaman praktis yang sangat berharga, melampaui apa yang dapat diperoleh dari pembelajaran di ruang kelas saja.
“Program penelitian ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bekerja dengan peralatan dan metodologi penelitian tingkat profesional. Mereka belajar tentang tanggung jawab, manajemen proyek, dan pentingnya kolaborasi tim,” ujar Dr. Bambang Suryanto, yang juga bertindak sebagai pembimbing lima mahasiswa skripsi yang berbasis pada penelitian ini.
Mahasiswa yang terlibat dalam penelitian ini juga mendapat kesempatan untuk mempresentasikan hasil kerja mereka dalam berbagai forum akademik. Tiga mahasiswa telah diundang sebagai pembicara dalam seminar nasional, sementara dua mahasiswa lainnya mendapat kontrak magang dari perusahaan teknologi energi terbarukan terkemuka di Indonesia.
“Pengalaman dalam ProEco Energy Initiative membuka wawasan saya tentang karir di industri energi terbarukan. Saya sekarang yakin bahwa pilihan ini adalah yang tepat untuk masa depan saya,” ungkap Siti Rahayu, mahasiswa semester delapan Program Studi Teknik Elektro yang memfokuskan penelitian skripsinya pada optimalisasi sistem penyimpanan energi.
Rencana Ekspansi dan Visi Jangka Panjang
Kesuksesan fase pilot telah membuka peluang untuk ekspansi lebih lanjut. Unit Akses Kampus merencanakan untuk memperluas sistem ProEco Energy Initiative ke seluruh lokasi kampus Universitas Muhammadiyah Kendari dalam dua tahun ke depan. Estimasi investasi awal adalah 15 miliar rupiah, namun dengan proyeksi penghematan energi, waktu pengembalian investasi diperkirakan hanya lima tahun.
“Kami juga sedang mengembangkan dialog dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan perusahaan swasta, untuk menciptakan ekosistem energi terbarukan yang lebih luas di Kendari,” kata Dr. Ahmad Ridho Hamzah.
Visi jangka panjang universitas adalah menjadi institusi pendidikan pertama di Sulawesi Tenggara yang mencapai status “Carbon Neutral Campus” pada tahun 2030. ProEco Energy Initiative adalah langkah signifikan menuju pencapaian visi tersebut.
Penutup
Penelitian inovatif ProEco Energy Initiative dari Universitas Muhammadiyah Kendari mendemonstrasikan bagaimana institusi pendidikan dapat berkontribusi secara aktif dalam mengatasi tantangan energi dan lingkungan global. Melalui kolaborasi sinergis antara dosen dan mahasiswa, universitas ini tidak hanya menghasilkan pengetahuan baru, tetapi juga menciptakan solusi praktis yang berdampak nyata.
Keberhasilan ini sekaligus merefleksikan komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari terhadap nilai-nilai keberlanjutan, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat—nilai-nilai yang menjadi fondasi dari visi institusi untuk menjadi universitas yang progresif dan berwawasan lingkungan.
Dengan terus mengembangkan penelitian-penelitian inovatif seperti ini, Universitas Muhammadiyah Kendari membuktikan bahwa institusi pendidikan bukan hanya tempat untuk mentransfer pengetahuan, tetapi juga lembaga yang dapat menjadi agen perubahan positif bagi masa depan yang lebih berkelanjutan. ProEco Energy Initiative adalah bukti nyata bahwa inovasi lahir ketika dedikasi, kolaborasi, dan visi yang jelas bertemu di satu tempat.
(Artikel ini ditulis berdasarkan wawancara dan data yang diperoleh dari Unit Akses Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari pada 2-3 April 2026)
—
[Panjang artikel: 1.847 kata]